TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERCERAIAN DI BAWAH TANGAN : KONSEKUENSI HUKUM DAN SOSIAL

Minawarah Minawarah, Haji Rifqah

Abstract


This research is motivated by the many practices of divorce that are carried out underhand by the community without registering it with the Religious Court, even though there are legal and social consequences if doing so. The results of this study indicate that: 1) The legal consequences of divorce underhand that are obtained are: First, it is not recognized legally because the divorce is not registered in the Court. Second, cannot issue a divorce certificate because it is done outside the Court session. Third, the risk of criminal acts in polygamy, if there is falsification of documents. Fourth, it can cause problems in the division of joint property, Fifth, child custody rights are unclear. Sixth, it is difficult to demand maintenance obligations. 2) The social consequences that occur if a divorce underhand is: First, getting social stigma in society and getting gossip in the community. Second, loss of trust from those around. Third, it can have a psychological impact on children and families. Fourth, can experience further disputes. Fifth, difficulty in remarrying

Keywords


Underhand Divorce, Legal Consequences, Social Consequences

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abdussamad, Zuchri. Metode Penelitian Kualitatif. Cetakan I. makasar: CV. syakir Media Press, 2021.

Abdullah, “Impak Perceraian Informal Terhadap Hak-Hak Istri.” Jurnal Hukum Keluarga Islam 2020

Akbar Gumilang, Nanda, "Pengertian Stigma: Faktor Pembentuk, Jenis, Dampak dan Contohnya", https://www.gramedia.com/.

Arief, Hukum Keluarga: Pengaturan dan Praktik Hukum Perceraian. Universitas Indonesia Press. 2019

Arpani, Muhayah H, "Perlindungan Terhadap Hak Anak Pasca Perceraian Menurut Hukum Islam dan Perundang-undangan Di Indonesia", https://pta-samarinda.go.id/.

Al.Amruzi, Noor,f,& Hasan A, "Problematika Hak Asuh Anak Pasca Putusan Perceraian di Pengadilan Agama (Studi Kasus nomor 342/pdt.G/2020/PA.MTP Jo Putusan Banding nomor 32/PDT.G/2020/PTA.BJM Jo Kasasi nomor 392/K/AG/2021)" Jurnal Al-Qalam : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(6), 2023, https://jurnal.stiq-amuntai.ac.id

Al Asqalani, Ibnu Hajar. Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam Sampai Cita-Cita : Berdasar Dalil-Dalil Hukum. Jakarta: Kompas Gramedia, 2012.

Al-Asqalani, Ibnu Hajar, Harun Zen, and Zenal Muttaqin. Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam. Cetakan ketujuh. Bandung: Jabal, 2015.

A.K, Muhammad. Hukum Perdata Indonesia, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2010,

Atha, Nasrullah. “Pandangan Ulama Terhadap Perceraian Di Bwah Tangan Di Kecamatan Amuntai Tengah,” December 25, 2024.

Az-Zuhaili, wahbah. FIKIH ISLAM WA ADILLATUHU. Jilid 9. DARUL FIKIR, n.d.

Basri, Rusdaya. FIKIH MUNAKAHAT 2. parepare: IAIN Parepare Nusantara PressI, 2020.

Budiono, Arief, and Dkk. Praktik Profesional Hukum Gugatan Pemikiran Tentang Penegakan Hukum. Jawa Tengah: Muhammadiyah University Press, 2022.

Cimahi, Pengadilan Agama, "Hak-Hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian", https://pa-cimahi.go.id/

DAHWADIN, enceng lip syaripudin, Eva Sofiawati, and Muhammad Dani somantri. “HAKIKAT PERCERAIAN BERDASARKAN KETENTUAN HUKUM ISLAM.” Yudisia: JUrRNALPEMIKIRAN HUKUM DAN HUKUM ISLAM Vol.11 No. 1 (June 2020).

al-Dauqi, muhammad. Al-Ahwal Al-Syaksiyah Fi Mazhab Al-Syafi’i. Brirut: Dar al-salam, 2011.

Departemen Agama RI. AL-QUR’AN DAN TAFSIRNYA. (Edisi yang Disempurnakan) Jilid 10. Jakarta: Widya Cahaya, 2011.

Diklat Kementerian Agama RI, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur′an Badan Litbang. TAFSIR RINGKAS. Jilid 2. ajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2016.

Dkk, nartin. Metode Penelitian Kualitatif. Kota Batam: Yayasan Cendikia Mulia Mandiri, 2024.

fiantika, feny rita, and dkk. Metodologi Penelitian Kualitatif. Cetakan pertama. sumatra barat: PT. Global Eksekutif Tegnologi, 2022.

G, Pamungkas, dkk, "Model Home Visitation dalam Penguatan Pengasuhan Keluarga". Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) 3(1), 20 - 38, http://download.garuda.kemdikbud.go.id/.

GUSHAIRI, "Hadhanah Pasca Perceraian; kajian perundang-undangan perkawinan Islam kontemporer", https://pa-rangkasbitung.go.id/

Hardani. METODE PENELITIAN Kualitatif & Kuantitatif. Cetaka I. Yokyakarta: CV. Pustaka Ilmu, 2020.

Hikmatullah. Fikih Munakahat Perkawinan Dalam Islam. Jakarta: EDU PUSTAKA, 2021.

Hukumku.id, Tim, "Siapa yang Berhak Mendapatkan Hak Asuh Anak Setelah Perceraian?", 2024, https://www.hukumku.id/.

Intan, "Ketahui Pentingnya Mengurus Akta Cerai Beserta Persyaratannya", 2023, https://disdukcapil.surabaya.go.id/2023

Jamaluddin, and Nanda Amalia. Buku Ajar Hukum Perkawinan. Sulawesi: Unimal Prees, 2016.

Januari, Nia, "Menggali Akar Masalah Analisis Kasus Perceraian di Indonesia", AKADEMIK : Jurnal Mahasiswa Humanis 3(3), 2023, https://ojs.pseb.or.id/

Jumadiah, “Proses penyelesaian perkara perceraian melalui mediasi di Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe”, Fiat Justitiajurnal ilmu hukum, Vol.6 No.2 2012.

Karimuddin. Problamatika Gugatan Perceraian DAlam Masyarakat Islam. Provensi Aceh: yayasan Penerbit Muhammad zaini, 2021.

KEMENAG. AL-QURAN DAN TERJEMAH. EDISI PENYEMPURNAAN. LAJNAH PENTASHIHAN MUSHAF AL-QURAN BADAN LITBANG DAN DIKLAT KEMENTRIAN AGAMA RI, 2019.

Law Firm, SIP, "Begini Aturan Tepat Terkait Hak Asuh Anak dalam Kasus Perceraian", 2025, https://siplawfirm.id/.

Lebang, ApriantoSandry, CaeciliaJohanna JuliettaWaha, and Rudolf Sam Mamengko. “ANALISIS HUKUM PERCERAIAN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR” Vol.12 (2024).

Losiana, Kadek, dkk "Implementasi Pasal 39 Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 Tentang Perkawinan Terkait Sahnya Suatu Perceraian Yang Hanya Dilakukan Di Kantor Kepala Desa (Studi Kasus Di Desa Sari Mekar Kabupaten Buleleng)", Jurnal Gender dan Hak Asasi Manusia, volume 1 nomor 1 Maret 2023, https://ejournal2.undiksha.ac.id/

Meinarno, Eko, dkk, "Apakah Gosip Bisa Menjadi Kontrol Sosial ?", https://media.neliti.com/

mudzhar, atho. Pergrseran Penyebab Perrceraian Dalam Masyarakat Urban. Cetakan I. jawa timur: academia publication, 2022.

Munazah, Farin, HAK-HAK PEREMPUAN DAN ANAK PASCA PERCERAIAN, https://www.pa-brebes.go.id/

Munsi, Laili. “Pandangan Ulama Terhadap Perceraian Di Bwah Tangan,” December 18, 2024.

Najamudin. Keabsahan Cerai Di Bawah Tangan ( Studi Kasus Pendapat Ulama Di Kelurahan Pengambangan Kota Banjarmasin ). Kampus UIN Banjarmasin, n.d.

Najih, Adib dan Budi Santoso, "Kedudukan harta bersama setelah terjadi perceraian di pengadilan agama Lumajang" Jurnal NOTARIUS, Volume 17 Nomor 1 2024, https://ejournal.undip.ac.id/index.php/

Nashrullah, Mochamad, Okvi Maharani, Abdul Rohman, Eni Fariyatul Fahyuni, and Nurdyansyah. Metodologi Penelitian Pendidikan (Prosedur penelitian, Subjek Penelitian, dan Pengembangan Teknik Pengumpulan Data). Cet.Pertama. Jawa Timur: UMSIDA Prees, 2023.

Nuansa aulia, Tim Redaksi. KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI). Lengkap. Bandung: Redaksi Nuansa Aulia, 2020.

Nur, Syamsiah, Norcahyono, Nurliana, Atus Ludin Mubarok, Moh. Yusup Jamal Saepuloh, Dahwadin, and Reza Fahlavi Nurpaiz. FIKIH MUNAKAHAT Hukum Perkawinan DAlam Islam. Tasikmalaya: CV Hasna Pustaka, 2022.

Nuraini Rustam, Fadhilah, "Apakah Gugatan Cerai dan Harta Bersama Dapat Diajukan Secara Bersamaan di Pengadilan?", 2020, https://dntlawyers.com/.

Nurhasanah. Perempuan Mengugat. Depok: PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2019.

Tuanku Rajo, Salman, "PERCERAIAN TIDAK SAH KECUALI DI PENGADILAN AGAMA" , 2025, https://pa-bukittinggi.go.id/

Pulang Pisau, Pengadilan Agama"KEHARUSAN PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA", 2021, https://pa-pulangpisau.go.id/

Rahmatika, Rizqa. Pandangan Tokoh Agama Tentang Perceraian Diluar Pengadilan Agama Di Desa Matang Lurus Kecamatan Lampihong. Kampus STAI RAKHA Amuntai, n.d.

Ratnawaty,Latifah,"PerceraiandibawahTanganDalamPerspektifHukumIslamdanHukumPositif",2017,https://ejournal.uika-bogor.ac.id

Ridawati. Perceraian Di Luar Pengadilan Agama Di Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong. Kampus STAI RAKHA Amuntai, n.d.

Rofiq, Ahmad, Prinsip-Prinsip Hukum Keluarga Islam: Dari Teori ke Praktek. Rajawali Pers 2017.

Roosinda, Fitria Widiyani, Ninik Sri lestari, Hestiani Umi anisah, and Nurul hidayah. METODE PENELITIAN KUALITATIF. yokyakarta: ZAHRA PUBLISHING, 2021.

Royani, Esti. Harta Bersama Sebagai Akibat Perceraian. Cetakan Pertama. Yogyakarta: ZAHIR PUBLISHING, 2022.

Rozi, Fahrur. ““DIMENSI-DIMENSI SOSIOLOGIS FENOMENA PERNIKAHAN DAN PERCERAIAN DI INDONESIA.” ,”, JURNAL ROSET INDRAGIRI, Vol. 3 no. 1 (2024): Hal.82.

Safitri dan unawan, “Dampak Perceraian Tanpa Proses Hukum terhadap Hak-Hak Ekonomi dan Sosial”. Jurnal Hukum dan Kebijakan Sosial. 2019.

Saputra, Hadi. “Pandangan Ulama Terhadap Perceraian Di Bwah Tangan Di Kecamatan Amuntai Tengah,” December 25, 2024.

sarmadi. “Pandangan Ulama Terhadap Perceraian Di Bwah Tangan Di Kecamatan Amuntai Tengah,” December 24, 2024.

Sanusi, Nur Taufiq, “Perceraian dalam Perundang-Undangan Negara Muslim (Studi Perbandingan Hukum Keluarga Islam Pakistan, Mesir dan Indonesia)” dalam Jurnal: Al-Qadhu Volume 4 Nomor 2 Desember 2017.

Sembiring, Tumaulina Br., Sabir Muhammad, Irmawati, and Indra Tjahyadi. BUKU AJAR METODELOGI PENELITIAN (Teori dan Praktik). Cet.pertama. Karawang Barat: Cv Saba Jaya Publisher, 2024.

Shubhie, Muhiyi. PENDIDIKAN AGAMA FIKIH MUNAKAHAT DAN WARIS. Ponogoro: Uwais Inspirasi Indonesia, 2023.

Soesilo, R,Kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) serta komentar-komentarnya lengkap pasal demi pasal, Bogor: Politeia, 2013, https://lib.ui.ac.id/.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter

View My Stats  

Creative Commons Licence
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.